Minggu, 02 Februari 2014

KkN



            Selepas sholat magribfikiran si mus yang sedikit nakal beranjak memikirkan tentang penyakit negara ini dan bahkan mungkin dia tidak sadar mungkin termasuk berperan di dalamnya.
“KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) yaa itulah penyakit yang menyebabkan suatu kehidupan berbangsa dan bernegara berantakan dan bahkan hancur” gumam si mus dalam hati.
            Apa sih sebenarnya arti KKN??? Tanya si mus keras dan tampa sadar bahwa kata-kata itu keluar dari mulutnya.
Kebetulan ada si dab (temen si mus yang bulan depan akan menjadi sarjana ushuluddin), jawabnya “Dalam kamus cukup singkat dijelaskan yakni ; Korupsi (penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain), Kolusi (kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuj), dan Nepotisme (1 perilaku yg memperlihatkan kesukaan yg berlebihan kpd kerabat dekat; 2 kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dl jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah; 3 tindakan memilih kerabat atau sanak saudara sendiri untuk memegang pemerintahan). Kurang lebih begitulah arti singkat dari KKN”.haha
            Dari pengertian singkat di atas, ketika ada pertanyaan baikkah, bolehkah KKN tersebut dilakukan?. Si kacung menyahut..
            Sudah barang tentun akal dan hati nurani kita akan berkata tidak baik, karena merugikan banyak orang, jelas teman si mus yang lain.
 ets tapi menguntungkan diri sendiri juga tapi (*bingungkan?*) dengan mata melirik si mus berkata.
“Sekarang apalah arti sesuatu yang bermanfaat bagi kita apabila cara memperolehnya dengan cara yang tidak baik/ merugikan orang lain, pasti secara tidak langsung orang yang kita rugikan menjadi benci dan akhirnya kita juga akan mendapatkan ketidak nyamanan”. Si dab menjawab dengan keseriusannya
            Akhir-akhir ini yang sedang booming di negara ini adalah perilaku korupsi. Banyak undang-undang yang mengatur masalah korupsi tapi mana bukti nyata bahwa korupsi dapat diminimalisir bahkan ada wacana Indonesia bebas korupsi pada beberapa tahun ke depan.
“Aaah bullshit...Omdong itu mahh, menurut saya pribadi Korupsi, Kolusi, dn Nepotisme itu satu paket komplit yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain ( 3 sejoli brooow,,emang adaa yaa??)”. kacung ikut bersuara lagi.
Lihat stuktur pemerintahan kita sekarang, Ada keluarga yang semuanya menjadi pejabat, ada suami jadi bupati, istri jadi kepala daerah, anak jadi camat, keponakan jadi lurah, menantu jadi ketua partai dsb dalam satu wilayah/ kota (waaduhh titisan pejabat nieeh). Inilah yang dimaksud juga korupsi kekerabatan terhadap jabatan, pada tahun ini sedang digodok undang-undang mengenai kolusi di DPR dan MPR ditargetkan april selesai dan mei dapat segera dijalankan.
“Alah proyeeek itu kang mus, ojo percoyooo”....kata si dab
            Memang tidak salah jika setiap warga ingin menjadi pejabat di negri ini, itu termasuk hak semua orang. Namun bila kita mencoba membuka fikiran bukankah struktur pejabat seperti di atas juga akan menimbulkan potensi korupsi yang besar juga, terlebih dari masing-masing mereka adalah kepala di setiap organisasi yang dinaunginya. Jika satu keluarga yang mengatur semua kehidupan daerah maka dimana juga letak warga lain untuk dapat menjadikan diri maju sebagai pemenang di setiap jabatan yang ada.
Seharusnya harus ada sanksi sosial yang tidak terpatuk pada Undang-Undang dan kitab buatan hasil proyek proposal. Si dap berusul.
            Apa maksud dari sanksi sosial itu.?. tanga si mus
“Cemoohan, gunjingan, atau mungkin bahkan celaan itu yang patutnya disandang oleh mereka karena tak ubahnya anjing yang menjilat bangkai ditempat kumuh dan jorok. Jadilah buruh kecil yang bangga dengan kebersihan diri dari KKN dari pada jabatan tinggi yang setiap hari melakukan KKN. Ingat kawan kita akan mati, dan apabila mati apakah yang akan kita bawa??? Hartakah? Mobilkah? Pangkatkah? Atau BB keluaran terbaru?? Hahahaha. Tidak bukan itu semua, hanya kebaikan yang dapat menolong kita menuju kehidupan yang baik di keabadian” si dap serasa berfirman.
Si mus benar-benar sedikit mengerti kecerdasan teman-temanya yang pendiam dan sedikit murung, tapi sekali tepancing oleh si mus semua gagasan dan pemikiranya keluar dengan begitu gamblang.<>

PUKAT JERAT HIDUP NELAYAN




            Maret,13-03-13 malam dengan suasana panas kamar kos jari-jemari merasa gatal ingin menyentuh keyboard netbook. Terbesit di otak untuk menuangkan apa yang berkecambuk setelah beberapa hari lalu melihat tayangan di TVRI tentang “PUKAT HARIMAU”, yah mungkin ini adalah salah satu dari jenis kejahatan besar nyata yang baru saya ketahui dari beribu kejahatan yang menyerap sum-sum kehidupan rakyat kecil. Kenapa saya bilang rakya kecil, karena mereka terus ditindas, dirampas haknya, dibiarkan tersingkir, dan bahkan dibiarkan menjerit di atas penderitaan yang dibuat oleh segelintis manusia yang serakah.
Tak usah panjang lebar (yaaah to the point) pukat dalam bahasa adalah jaring (jala) besar dan panjang untuk menangkap ikan sedangkat maksud dari pukat harimau adalah jaring  pukat yg sangat besar yg digerakkan oleh mesin sehingga dapat menangkap ikan secara besar-besaran;. Inilah salah satu alat penngkap ikan yang dapat merusak ekosistem biota laut. Pemodal yang kuat dengan leluasa merampok kekayaan biota laut negri ini, dan heranya kenapa mereka malah diberi jalan untuk menjalankan keserakahan mereka. Malah juga diatur oleh para anggota DPR maupun MPR (wah wah nampaknya konspirasi edan – edanan coyyy), sebenarnya apakah untung yang di dapat negara lebih besar (boro-boro negara kantong pribadi gue duluan *ocnum bangsat*) dari pada kerusakan yang dialami baik kerusakan alam maupun kerusakan sistem ekonomi dan sosial masyarakat. Kebanyakan dari negri ini juga PMA (Perusahaan Modal Asing) yang banyak berkembang, tapi gitu aja somsenya minta ampun padahal yaaaa... hmm buka mate loe para pengusaha bajingan kita tu di rampok besar-besaran bukan di modalin. Sebenere gua juga bingung ama bahasan gue kali ini karena udah emosi tinggi tapi gak papa lah lanjut aja “:)
Kembali ke pukat, ini terjadi di hampir seluruh kawasan indonesia karena notabene negri kita adalah maritim alias terdiri dari pulau-pulau, dan salah satunya adalah di langkat. Yah berdasarkan informasi bahwa penangkapan dengan pukat sudah diatur dalam undang-undang yakni dapat dilakukan dengan jarak diluar 600mil dari bibir pantai, karena kawasan itu diperuntukkan bagi para nelayan kecil sebagai sumber penghsilan mereka. Tapii namanya orang pengusaha (dg prinsip modal nol untung sebesar-besarnya) dikasih wilayah tangkapan yang luas hingga memutari lautan masih aja nerobos jalur 600mil milik nelayan kecil *bajiguurr tenan*. Akibatnya semua tatanan biota laut berantakan dikeruk, bukan hanya ikan terumbu karang, kepiting, udang, maupun gajah laut (hoohoo ada po), nyangkut semua sehingga ekosistem dan perkembang biakan biota itu jadi rusak. Saran saya ayo kita jadi pengusaha, tapi yang baik-baik untung boleh banyak tapi kita harus mikir bisa idup gak generasi kita besok, beegono bapake.
Sidang pembaca..selain dampak itu masalah yang muncul ialah berimbas pada para nelayan kecil yang hidup di kawasan pesisir pantai, mata pencaharian mereka semakin hari semakin hilang dilahap buto ijo berkepala hitam (baca pengusaha cap setan dan bajingan). Komplit sudah penderitaan mereka, apakah ente juga merasakan kepedihan mereka (kalo gue iya buktinya gue mau nulis masalah ini, sekalian mohon disebarkan ye). Bukan tiada prlawanan, bukan tiada pemberontakan, mereka yang merasa hak untuk hidupnya dirampas melakukan aksi nekat dengan bersama-sama membawa perahu kecil mereka untuk berlayar pada batas 600mil berdemo. Di tengah laut mereka coba mengentikan kapal besar yang membawa pukat itu agar tidak masuk pada daerah 600mil, namun sialah kapal yang besar tetap menerobos hingga menabrak perahu nelayang yang kecil Waaaaal hasil satu prahu pecah terbail dan satu korban meninggal serta tidak diketemukan jasadnya. Sungguh pahlawan negara untuk rakyatnya (saya berdoa semoga dia di terima di sisi ALLAH SWT).
Penderitaan itu belum seberapa, korban tersebut yang di ketahui bernama Syarifudi Efendi juga meninggalkan 2 anak yang masih kecil, yang masih sangat membutuhkan kasih sayang, kehangatan keluarga, harus merelakan sang ayah dihabisi oleh kapal para bajingan ti tengah laut sedangkan ibu mereka sudah jauh meninggalkan mereka. Sungguh kejadian yang sangat menyedihkan bagi kita.. Buka mata, orang bilang tanah kita tanah syurga tapi dimanakah letak syurga itu bagi rakya kecil, bagi mereka tanah ini adalah neraka-dan neraka. Dimana wakil rakyat berada apakah mata dan telinga mereka telah benar-benar tertutup dengan kemewahan dan kenikmatan fasilitas yang diperoleh. Mohon diingat para pejabat ITU SEMUA YANG LOE PAKAI UANG RAKYAT.TEGAS UANG RAKYAT. Ko’ seenaknya ente duduk bertengger tanpa dosa menikmatinya.
Hmm ya sudahlah bagi kita rakyat kecil hanya bisa bersama-sama berusaha bagaimana kita dapat hidup selayaknya tanpa harus mengandalkan mereka, ya mengandalkan mereka buat apa bisanya Cuma nginjek harga diri negri sendiri. Sekilas inilah pengetahuan baru saya tentang kejahatan besar yang dilakukan rakyat besar terhadap rakyat kecil negri ini, tapi rakyat besar itu adalah buto ijo, mudah mudahan pembaca tidak merasa bosan dengan apa yang saya sampaikan dan *trimakasih*.

Senin, 13 Mei 2013

BOS-Siswa


Terletak dimanakah tangan negara yang sesungguhnnya. Malayani kebutuhan rakyat yang tak banyak tuntutanpun keteteran. Dimanakah letak ketentraman negara yang didalamnya berjalan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi. Bukaknakah seharusnya kebijakan harus sesuai dengan kebutuhan rakyat. Tak akan mungkin ada di dunia ini negara yang sangat sempurna dan begitu ideal sehingga tidak ada konflik di dalamnya dan kehidupanya selalu bahagia hingga kiamat tiba.
Tidak dapat menyalahkan keadaan tidak pula dapat menyalahkan kehidupan, memang segala sesuatu harus tetap dikembalikan kepada sang maha solusi, sang maha kuasa, dan sang maha bijaksana. Tuhan semata.
Setelah melihat layar datar bergambar dengan perangkat audionya alias TV, si mus mendapatkan pengetahuan baru tentang adanya sebuah desa kecil di pinggiran kota metropolitan dengan sejuta kesibukan dan kebisinganya. Desa dimana yang warganya bekerja disebagian sektor yang mereka kuasai, ada nelayan, ada pedagang, ada petani, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang ini salah satu desa majemuk karena selain warganya bekerja di berbagai sektor juga berbagai pemeluk agama terdapat di dalamnya. Gambaran desa yang demokratis yang sangat dalam, saling menghormati atas hak dan kewajiban menjadi hal yang wajib dijalankan bagi setiap penghuninya.
Desa tersebut memiliki seorang warga yang sadar akan masalah sosial terutama pendidikan. Dia tergerak melihat anak-anak kecil di desa tersebut yang  tidak mendapatkan haknya untuk mengenyam pendidikan karena mahalnya biaya untuk sebuah kursi pendidikan. Dengan mengumpulkan tenaga dan keyakinan yang kuat, dia bersama dengan beberapa warga yang memiliki ilmu atau hanya sekedar pernah bersekolah mendirikan sebuah sekolah yang ditujukan untuk anak-anak tersebut. Dari peikiranya timbul sebuah gagasan yang menjadikan tulisan ini ada yakni soal BOS.
Mungkin orang seperti si mus BOS disini adalah program pemerintah tentang pendidikan yakni program bantuan sekolah/Biaya Oprasional Sekolah. Tetapi si mus tercengan ketika mendengar penjelasan sosok yang dilihatnya di TV ketika itu. Dengan jelas BOS di sini adalah bos yang tidak terjangkau oleh pemerintah, alias lebih baik dari apa yang sekedar proyek bajingan para koruptor berdasi(kalimat tadi murni gumamaman si mus). BOS di yang dimaksud adalah Bantuan Oprasional Siswa, berbeda dengan pemerintah yang arti dari S-nya adalah Sekolah. Kenapa karena esensinya bahwa bukan sekolah yang harus di bantu tapi siswanya yang perlu di bantu, dan oleh karena itulah dapat disimpulkan bahwa apa yang dilakukan orang ini benar-benar melihat realita dan sesuai engan apa yang dibutuhkan sesungguhnya.
Lanjutkan si mus mulai membenarkanya, “memang sebenarnya apakah selama ini orang-orang sarjana, doktor, profesor dsb membodohi rakyatnya yang memang bodoh. Dari singkatanya saja sekarang sudah dapat diketahui bahwa BOS bukan untuk bantuan siswa tapi untuk bantuan sekolah, jadi sebenarnya sudah kurang pas program ini disetujui dan disepakati apalagi dijalankan sampai sekarang. Pembodohan masal dari sebuah singkatn”..astagaa..BOS hanya dapat diperoleh di lembaga sekolah yang berlebel negri sehingga swasta tidak tersentuh sama sekali. Lha wong yang negri aja udah dapat BOS masih mahal, apalagi yang swasta ya secara tidak langsung lebih mahal, dan inilah lingkaran sistem yang telah lama berjalan.
Dari inilah kita harus benar-benar mulai membuka fikiran kita, tak akan salah bila rakyat memperjuangkan haknya atas suatu perkara yang jelas kebenaranya. Negara setiap tahun menganggarkan bertriliun-triliun untuk pendidikan, namun miris jika sekarang kita masih melihat bila ada masalah-masalah yang terus bermunculan seputar dunia pendidikan mulai dari masalah mahalnya biaya pendidikan, bangunan sekolah yang mau roboh, tidak tepatnya bantuan pemerintah hingga sampai pembenaran contekan dalam ujian, apalagi tahun ini terjadi masalah besar yakni kegagalan melaksanakan ujian serentak tingkat SMA dengan berbagai alasan dan opininya.<.>

Ketika Jiwa Tak Menemukan Kebenaran


Datang dengan berbagai masalah teman-teman si mus mencoba mengobrolkan masalahnya. Dan seolah si mus seonggok mahluk yang mempunyai tampang yang cocok untuk tempat meluapkan masalah.Si dap salah satu teman si mus memulai dengan untaian kata-kata lembut bak seorang puitis, entah itu dia dapat contekan atau itu memang mengalir dari ungkapan hatinya.
“Ketika jiwa tak lagi menemukan arah kebenaran, hati yang mengeras akibat segala perbuatan (buruk), tutur kata petunjuk yang tak pernah dilakukan, mata yang telah buta, telinga yang telah tuli, suara kebaikan berhembus layaknya angin yang meniup tak mampu mengubah semua tatanan kejelekan yang telah mengakar. Agama hanyalah simbol, nama adalah kedok, dan kebaiakan sebagai alat politik dan modus terhadap segala tujuan jahat yang terencana.
Bagaimana seorang yang mempunyai tabiat jelek akan menjadi seorang pemimpin, imam, atau rois di sebuah majelis kebenaran. Mungkinkah semua akan berjalan dengan baik sesuai dengan tatanan dan syari’at ebenaran ataukah akan membelok kepada kesesatan. Nafsu kejelekan lebih dominan dari pada nafsu kebaikan, dan esensinya mengubah tak semudah membalikkan tangan kata pujangga.
Beribadah menjadi hilang artinya, hanya raga yang berwujud ibadah tapi jiwanya tak menemukan kebenaran sejati dan tak tersambungkan pada Ilahi robby. Semua tindakan yang salah selalu dapat di benarkan sedangkan tindakan yang benar selalu dapat di salahkan. Sudahkah jiwa ini telah mengalami gonjang-ganjing besar, adakah sosok semar seperti cerita pewayangan yang muncul mengembalikan keseimbangan hidup ataukah bencana besar melanda dan menghanguskan jiwa raga yang sudah rusak ini.
Tak dapat dipungkiri ketika kita bertutur dan memberikan solusi terhadap suatu masalah tak ayal seperti orang yang paling benar dihadapan orang yang kita beri pitutur. Tapi ketika kita sudah mengalami permasalahan yang sama maka sering kali kita juga mengalami kebingungan yang luar biasa untuk menyelesaiakannya dan penerapan solusi yang telah kita ungkapkan kepada orang sering tidak sesui”.
Panjang cerita si dap dan seperti memberikan tamparan kesadaran kepada si mus bahwa mungkin selama ini semuanya cocok. Mus sadar juga apa yang telah dikatakan temanya sudah sering berlaku pada dirinya. Si mus pun mulai berkata dengan tujuan ia mengingatkan dirinya sendiri serta berusaha menungkapkan fikiranya kepad temanya toh temanya mau menganggap itu solusi atau bukan menurut si mus terserah.
“Kita memang mahluk yang lemah tapi juga kuat, kadang kebaikan kita melebihi ketaatan malaikat pada tuhan, kadang juga kita membelot lebih murka dari apa yang dilakukan iblis kepada Tuhan. Namun memang jika kita mampu memanfaatkan segala yang telah di berikan Tuhan kepada sesungguhnya tidak ada yang sia-sia, keyakinan kita setidaknya tetap mempunyai keyakinan bahwa mungkin saat ini kita berbuat kemaksiatan ataupun kesalahan namun kelak kita juga akan berubah menjadi lebih baik dan jauh lebih baik. Dan ketika kita saat ini sudah berada pada kebenaran kita juga harus sadar bahwa kebaikan kita adalah berkat kuasa Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk berada pada jalan kebaiakn, bayangkan ketika kebaikan itu di cabut maka kita pun akan menjadi tersesat dan hina” ungkapan si mus.
Terus??? tanya si dap
Dengan hati-hati mus menjawab “Tetaplah mempunyai prasangka baik kepada setiap yang ada di depan kita dan meminta petunjuk kepada tuhan, jika kita tetap melakukan kejelekan, terus meminta kebaikan dan petunjuk kepada Tuhan dan setidaknya seketika itu kita menyesal dan mencoba terus mencoba untuk tidak melakukan kembali”.
Tamparan ini akan menjadi lukisan untuk si mus karena memang realitas ini yang sering terjadi dan seolah semuanya dapat menjadikan diri ini tak mendapatkan petunjuk dari Tuhan sehingga terbesit bahwa hidup ini sudah tak ada gunanya dan mati adalah jalan satu-satunya. Serta dengan perkataan dan kucilan orang-orang di sekitar yang selalu merasa benar maka lengkaplah segala penderitaan kita yang melakukan kesalahan. Hanya diri dan kuasa Tuhanlah yang dapat mengubah semua ini, yang jelas terdapat sebuah pelajaran hidup dari sebuah kesalahan namun juga tak harus salah dahulu untuk menjadi orang yang benar.
*________________________________________________________________*

EKTP-Ealah


            Semakin hari semakin ada saja yang menjadi bahan omongan rakyat kecil, mulai dari masalah E- KTP yang ruwet, perbudakan pekerja panci, sampai pembuatan UU baru hingga kenaikan BBM. Sebenarnya apa yang melatar belakangi persoalan-persoalan itu, rakya akan semakin suah dan tak karuan tatanan kehidupan bernegara ini. Gonjang-ganjing negri ini memang tidak akan berhenti, dan rakyatnya sudah terbukti dan teruji adalah rakya yang kuat dan terbang tinggi seperti garuda tak gentar dengan siapa saja. Mau harga BBM naik menjad Rp. 6.500 ataupun Rp.50.000 rakyat indonesia akan tetap dapat hidup dengan behagia dan bertahan untuk hidup. Karena sejatinya rakyat negri ini memang garuda bukan emprit, jadi garuda akan lebih tinggi dan berani ketimbang emprit.
Si mus juga membaca koran kemaren, diungkapnya masalah pertama tentang ruwetnya sisitem E-KTP dalam hal ini pemerintah mengalami empat masalah yakni; Pertama, masalah perekaman data yang mana sejumlah kesalahan terhadap data penduduk, dikenakan biaya pada setiap warga yang input dua kali di kenakan biaya. Kedua, percetakan dan pendistribusian mengalami gangguan ksalahan teknis ada juga kesalahan cetak sehingga warga tidak dapat segera mendapatkanya. Ketiga, belum siapnya perangkat pembaca E-KTP di setia instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, dan Keempat, permasalahan yang rumit ketika masa berlaku KTP lama sudah habis sedangkan E-KTP belum diterima ketik akan melakukan pembayaran pajak sulit dan tertunda dan pada akhirnya kena denda pajak.
Sebenarnya apakah semu rencana baik pemerintah sesuai dengan kebutuhan rakyat?. Pertanyaan yang selalu muncul, alih-alih membuat sistem baru tapi tak lain hanya sebagai proyek saja. Mereka membuat segala macam aturan untuk dapat membuat anggaran yang besar dan tega memakan keringan rakyatnya. Apakah itu sebenarnya wujud pemerintahan republik ini, berasaskan demokrasi pancasila tapi pemerintahnya seperti emprit. Sebenarnya sampai kapanpun rakyat negara initidak akan mati kelaparan jika pemerintahnya seperti saat ini. Dan bahkan rakya sudah terbiasa dengan semua jenis penindasan yang  tak sepeti penjajahan 45, toh secara logika bagaimana mungkin pmerintah bisa melemahkan kekebalan rakyatnya secara logika saja berapa to jumlah pemerintahnya wong separu saja tidak ada, jadi ya rakyat tetap menaglah.
La wong si mus yang KTPny udah mati setengah tahun aja masa bodoh dengan E-KTP, apa sih esensinya sebuah kartu kalo hanya sekedar identitas. Bukankah kita sudah benar-benar warga bangsa, lahir di sini gede di disini cari makan disini. Iyaa toooohhhhhhh??????. Di suruh mbayar pajak mau, disuruh perang juga mau. Emang kayak para pejabat korup, rakyatnya suruh mbayar pajak tapi dia sendiri gak mbayar malahan hasil pajak di leboke sak’e dewe alias rekeningnya. Pungutan liar yang liar dan sangat liar dan menjijikan.
Heeeemmmm negara-negara....

Si Mus & Kebenaran


Tergerak untuk menuangkan semua yang berkecamuk pemikiranya, si mus sembari mendengarkan lagu dan santai karena perutnya telah kenyang mulai memencet keypat notebook. Sekarang baginya dari pada memikirkan sesuatu yang tak karuan dan tak jelas mending dia belajar menyukai menulis dan menulis. Karena mungkin kegiatan ini lebih positif, dengan kata lain seorang penulis akan selalu membaca dan membaca untuk mendapatkan sebuah gagasan baru. Membaca dalam konteks ini bukan sekedar melihat buku-buku referensi, tapi membaca bagi para penulis adalah membaca setiap apa saja yang terjadi, apa saja yang ada dalam kehidupan sekitar. Semua perilaku manusia bisa menjadi referensi tampa harus dibatasi pada sebuah toko buku atau perpustakaan belaka.
            Si mus merasakan kekendoran aktifitasnya beberapa hari ini, hampir seminggu dia seperti orang yang stress. Tidurnya hampir selalu memasuki waktu subuh, dan selalu teledor dengan kewajibanya sebagai hamba menyembah kepada sang pencipta yang maha kuasa. Bukan selalu sebuah kebaikan yang ada pada diri si mus, karena sejatinya memang dia bukanlah orang selalu yang melakukan kebenaran. Dimata orang si mus sangat sempurna dengan kecerdasan otaknya dan sifat selalu beruntung yang menghampirinya. Tapi si mus merasakan itu semua tidak benar, mus sendiri mengakui bahwa orang tau dia baik dari luar, bukan hakikatnya.
“Mereka hanya tau dari tampak luar tidak tau tampak dalamnya seperti dan bagaimana yang sebenarnya, inilah mengapa banyak orang merasa kecewa dan kaget kepada orang lain. Disangkanya baik tapi buruk atau jahat. Dan yang disangkanya jahat malah mempunyai sifat yang mulia dan sangat baik”. Luapan ungkapan si mus.
Tapi setiap orang juga tak perlu tau kejelekan orang lain,sebab itu menjadi sebuah misteri yang hanya Tuhan yang tau. Dan realitas yang kita sering tau atau bahkan kita sering melakukanya adalah selalu mencari-cari kejelekan  dan kekurangan orang lain. Di ibaratkan dengan semut di seberang lautan tampak tapi gajah didepan pelupuk mata tak tampak. Sekecil apapun kealahan orang lain kita selalu tau dan mencari tau, tapi kesalahan sendiri yang besar dan bahkan banyak kita tak pernah menyadarinya.
Memang setiap orang itu penuh misteri, dengan demikian kita dituntut untuk pasrah dan meminta yang terbaik kedapa Tuhan. Siapa orang yang bisa menjamin bahwa anak yang dari kecil dibekali agama dan pendidikan karakter ketika tua akan menjadi seorang yang benar-benar memegang agamanya dan menjalankan pendidikan yang telah didapatkanya, kemungkin itu semua sedikit sekali. Dan sebaliknya pula siapa yang berani memastikan bahwa anak yang terlahir dari keluarga seorang pelacur dan pencuri ketika tua dia akan menjadi pencahat kelas kakap dan nomor wahid serta bisa dipastikan bahwa matinya akan masuk neraka, tidak ada yang bisa memastikan (sudah lah mengaku saja anda juga pasti mengangguk dan setuju dengan pendapat tersebut).
Boleh kita meminta petuah atau sekedar pelajaran hidup kepada orang lain, namun perkataan itu janganlah seolah menjadi sabda tuhan atas hambanya. Ambillah yang baik menurutmu dan buanglah jika itu memang tidak benar. Tulisan tadi mungkin sering kita baca di koran, tabloid bahkan selebaran majalah agama setiap minggunya, namun kita hanya sering membacanya dan hanya sebuah wacan tampa realisasi. Memang itu semua sulit, tapi dalam diri si mus sedang meminta agar dapat menjalankanya, dan semoga kehidupan ini akan berjalan sebagaimana mestinya dan selalu meminta yang terbaik atas apa yang telah digariskan padanya.
Si Mus akan berusaha menuliskan setiap apa yang dia baca dalam keseharianya walaupun mungkin tak seperti penulis profesioanal dangan sejuta teori dan penerapan penulisan yang sesuai dengan EDY, yang terpenting bagi si mus adalah nilai sebuah tulisan atau maksud baik dari sebuah tulisan itu. Bukan kaedah atau keindahan modelnya, toh banyak orang-orang yang luarnya baik, putih, rapi, memakai peci, berbau wangi tapi korupsi. Jadi penampilan pun tidak mencerminkan kejernihan dan kedalaman maksud seseorang, hanya kepada Tuhan kita bisa percaya dan yakin atas semua kebenaran karena hanya Dia-lah yang maha benar.

Jumat, 10 Mei 2013

Renungan Hari


Seonggok mahluk hidup berupa manusia bernama si mus, sudah terjun kedalam dunia akademik dengan segudang peraturan dan tuntutan prestasi. Setiap hari Si mus duduk di bangku ruangan untuk mendengarkan kata-kata mutiara dari mahluk lain mulai pagi-sore,satu-tiga jam, dari kondisi Kenyang-lapar.
Dia sendiri tak paham dengan apa arti dari semua yang dilakukan, semua kata-kata mutiara lewat bak angin berhembus istilah jawa mlebu kupeng tengen metu kupeng kiwo, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tak tahu apakah keseharian yang dilakukanya dapat bermanfaat baginya apa hanya akan membuat tua usianya, yang penting si mus hanya melakukan apa yang menjadi kewajibanya serta terpenting mematuhi perintah kedua orang tua namatke sekolah.
Si mus membayangkan bagaimana jadinya jika dirinya hilang kendali dan memberontak dengan segala kekuatanya, menuntuk untuk bebas, lepas dari segala tuntutan yang dilakukanya. Apakah dia akan mendapatkan jalan pada kebenaran  sirotol mustaqim, ataukah jalan yang salah sirotol ghofilin dia juga tidak tahu. Delima pemikiranya berkecamuk tak tentu arah.
Dengan nuansa pening bin pusing si mus menggumam “opo tho jane seng tak lakoni bendino iki??? Ngalor ngidul numpak motor, adus isuk, lungguh, mendengarkan guru ngomong, pulang, makan, tidur, sms’an. Ejeh enek manfaate opo ta ora….terlihat rasa putus asanya ketika itu dia sedang kehabisan uang makan. dan lengkaplah segala penderitaan (itu menurutnya).  Tapi dengan segala pengalamanya si mus menjawab pertanyaanya sendiri dengan tutur menggurui
“mus mus, awakmu ki manuso, bedo kambi khayawan. Khayawan iku ra duwe akal makakne wajar nek terbebas dari segala tuntutan hidup dan aturan, nah lek menuso mosok di wenehi akal ra di nggo mikir, ra nduwe tuntutan, trus kapan majune?opo bedane karo pitek?trus iku jenenge yo ra nyukuri nikmat akal to yo???????. Seharuse manuso iku akeh syukure di wenehi akal yo nggo mikir, mikir sing apik, mikir nggo keberlangsungan hidup bersama, nggo social, go agomo, go negoro, go keluarga, go pacar (calon bojo), ben kabeh ki akibat fikiran mu seng mlaku mau timbul tindakan yang dapat membuat bahagia orang-orang disekitarmu. Porak yooo gawe wong seneng iku pahala tooooo….
Yoooooooo ra popo ngeluh tapi ojok nemen-nemen, jare pak uztads kesulitan/masalah yang di berikan tuhan kepada hambanya adalah sesuai dengan kemampuan hambanya. Lha wong Allah gawe masalah kanggo nguji awakmu sak piro nek mu sabar trus iso syukur, derajatmu iku meh ditambahi. Dadi saiki lanjutkan semua kegiatan positifmu sambil yakin bahwa kelak semua yang kau lakukan akan bernilai lebih tentunya dengan niat beribadah kepada Alla SWT *kata-kata bijak si mus keluar untuk dirinya*
Setelah itu dia bangun alias ngelilir dari tidur….hoalah ternyata wong turu ta ngono ko yo dadi cerito,,jan-jan mus mus.