Jumat, 15 Maret 2013

ISLAM DALAM PENGERTIAN NORMATIF “IMAN, ISLAM, dan IHSAN”



Ini adalah makalah presentasi saya semester 1 tentang iman, islam, dan ihsan di STAIS AL MUHSIN bersama WAHID. Mungkin hanya menjadi kenangan tersendiri ketika besok saya membuka tulisan blog saya ini,
Namun ingat jangan sekali-kali anda menyalahgunakanya tulisan ini, dosa di tangan anda bila itu sampai dilakukan. Gunakanlah sebagai referensi tambahan bukan copas ulang pekerjaan saya ini.
ISLAM DALAM PENGERTIAN NORMATIF “IMAN, ISLAM, dan IHSAN”
            Sebelum mengenal jauh apa yang dimaksud dengan Iman , Islam dan Ihsan,dalam melakukan studi tentang islam, ada istilah penyebutan islam secara normatif dan islam secara historis. Sebenarnya maksud dari itu ialah hampir sama dengan  Agama islam sebagai wahyu dan agama islam sebagai produk sejarah. Sebagai wahyu, Islam didefenisikan sebagai wahyu ilahi yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW, untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Sedangkan Islam historis atau islam sebagai produk sejarah adalah islam yang dipahami dan islam yang di praktekan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, mulai dari masa nabi Muhammad SAW sampai sekarang[1].
            Islam normatif juga tidak dapat terlepas dari kitab suci Islam, Al Qur’an dan sumber ajaran kedua, Al Hadist. Islam dengan kitab suci Al Qur’an adalah identik, karena semua ajaran Islam ada di dalamnya. Ajaran Islam adalah kandungan isi Al Qur’an yang diperkuat dengan Al Hadist[2]. 
I.IMAN
            Pengertian Iman dalam agama islam terlebih dapa pengertian normatif dapat lihat melalui hadis nabi Muhammad SAW yang diterangkan oleh Nabi Muhammad kepada malaikat jibril dalam rangka memberikan pelajaran kepada umat pada waktu itu.
قال : فأخبرني عن الإيمان .
قال : أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر ، وتؤمن بالقدر خيره وشره [3]
            Artinya :
Malaikat jibril bertanya : Beritahukan kepadaku (wahai Muhammad) tentang perkara iman,
Jibril menjawab: engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kepada kitab-Nya, para utusanya, dan beriman kepada hari akhir, dan beriman kepada ketentuan yakni ketentuan baik dan buruk.
            Dari hasil dialog diatas maka dikenalah dengan sebutan rukun iman yang jumlahnya ada 6, yaitu:
1.    Iman kepada Allah
2.    Iman kepada malaikat-malaikat
3.    Iman kepada kitab-kitab
4.    Iman kepada rasul-rasul
5.    Iman kepada hari akhir
6.    Iman kepada qada dan qadar[4].
            Iman lebih melibatkan keyakinan akan sebuah kebenaran sejati, bukan kebenaran prasangka. Dengan kata lain bahwa orang yang beriman yakni orang yang memiliki keyakinan dan mereka mengikat diri mereka dengan keyakiakn tersebut untuk bertindak berdasarkan kebenaran yang mereka ketahui. Nabi Muhammad juga mendefinisikan kata iman dengan sebdanya, “ iman adalah sebuah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan aktivitas anggota badan ”. Jadi iman melibatkan pengakuan, pengucapan dan perbuatan[5].
            Dalam al Qur’an banyak diterangkan juga tentang orang-orang yang beriman, gamabaranya tetap memenuhi keseimbangan antara keyakinan dan tindakan nyata. Seperti yang terdapat dalam surat al Baqarah ayat 2 yang kebanyakan tafsirnya ialah iman merupakan kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu. Dengan pengakuan bahwasanya sesuatu adalah benar dan menyatakan pembenaran tersebut secara verbal, seseorang meti mengikat diri terhadap kebenaran dan memperlihatkan komitmen mereka dalam aktivitas mereka, dan mereka mestilah hidup sesuai dengan kebenaran yang diyakininya[6].
            Jadi iman merupakan keyakianan yang penuh dan ketaatan yang disertai dengan wujud nyata dalam tindakanya baik dalam hubungannya dengan beribadah kepada Allah (hablumminallah) maupun dengan sesama mahluk dan manusia (habluminannas).

II. ISLAM
            Dari segi kebahasaan Islam berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salimaselanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian[7]. Orang yang berserah diri, patuh, dan taat disebut orang muslim. Orang yang demikian berarti telah menyatakan dirinya taat, menyerahkan diri, dan patuh kepada Allah Swt[8].
            Khoirudin Nasition juga mengungkapkan pengertianya mengenai islam. Menurutnya kata islam juga berasal dari kata salima berarti selamat, tunduk, dan berserah. Maka salima min khatarin berarti selamat dari bahaya, salima min ‘aibin berarti selamat dari cacat. Arti alsama ilaihi berarti tunduk kepadanya, patuh kepadanya, dan menyerah kapadanya. Selain itu menurutnya kamus al munawir Islam merupakan kata jadi (masdar) dari aslama, yaslimu, islaman yang berarti kepatuhan, ketundukan, dan berserah[9]. Maka kalau disebut aslama amrhu ilaAllah berarti menyerahkan urusan kepada Allah. Penggunaan kata aslama menunjukan mutlaknya dilakukanya proses untuk meraih keselamatan, maksudnya selamat yang diberikan kepada seseorang bukan bentuk pemberian tanpa kerja, by giving, tetapi untuk mendapatkan keselamatan dibutuhkan proses dalam bentuk usaha dan kerja serius[10].
            Sedangkan menurut istilah, banyak ahli yang merumuskannya dan masing-masing dari mereka berbeda. Akan tetapi pada intinya adalah agama islam adalah nama bagi suatu agama yang berasal dari Allah SWT, sebagaimana firman Allah “sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam”. Dalam kitab hadist nabi Arba’in Nawawi yang ditulis oleh Imam Nawawi Islam dijelaskan sebagai berikut:
Artinya:
“Islam adalah kita bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bahwa nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berpuasa romadhon, dan menunaikan haji bagi yang mampu”.
            Hasil dialog diatas disebut rukun islam, yakni:
1.    Pengakuan terhadap Allah sebagai tuhan yang esa dan pengakuan terhadap kerasulan Muhammad SAW, yang disebut dengan dua kalimat syahadah.
2.    Melaksanakan shalat
3.    Membayar zakat
4.    Menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan
5.    Menunaikan ibadah haji ke bait Allah bagi yang sanggup/ mampu[11].
            Andy Dermawan dalam bukunya Ibda’ Binafsika menjelaskan bahwa Islam adalah petunjuk (hudan) ilahiyah yang ditanamkan sebagai benih fitrah dalam sanubari manusia. Bentuk penanaman benih fitrah itu dapat diketahui melalui “kontrak” Memorandum of Understanding (MoU) antara Allah dan ruh manusia, sebagaimana diilustrasikan dala Al Qur’an surat al A’raaf (7) ayat 172 :
            “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
            Muhammad syaltut memberikan istilah Islam adalah agama Allah yang diwasiatkan untuk mempelajari pokok-pokok dan syari’atnya kepada nabi Muhmmad SAW dan wajib (harus) menyampaikanya kepada seluruh manusia[12]. Jika melihat pengertian di atas maka bisa dikatakan istilah tersebut menyangkut perintah Allah kepada Nabi sekaligus Rasul Muhammad SAW. Definisi tentang islam menurut para tokoh memang sangat berbeda karena juga terdapat perbedaan latar belakang yang melatar belakangi mereka dalam memberikan sebuah definisi.
Jadi manusia adalah tempat bagi benih fitrah yang suci. Itulah amanah yang ditiupkan Allah ke dalam diri manusia, agar di dalam menjalani kehidupan sebagai khalifah dimuka bumi mampu menampilkan eksistensi dirinya secara bebas dan bertanggung jawab[13].Selain itu banyak yang mendefinisikan islam ialah agama samawi (revealed religion), agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada manusia memalui wahyu, bertujuan untuk mengatur, memberikan tuntunan serta menjamin keselamatan hidup manusia di dunia maupun akhirat.

III. IHSAN
            Penjelasan tentang ihsan dalam islam secara normatif dapat dilihat dari keterangan yang diberikan nabi Muhammad pada salah satu potongan hadis yang diriwayatkan oleh shahabat Umar ra dan telah banyak ditulis di dalam kitab-kitab hadis, yakni sebagai berikut:
قال : فأخبرني عن الإحسان .
قال : أن تعبد الله كأنك تراه ، فأن لن تكن تراه فأنه يراك
Malaikat Jiibril bertanya: Beritahukan aku tentang perkra ihsan.
Nabi Muhammad: Ialah engkau menyembah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya, jika engkau tidak melihatnya maka sesungguhnya Ia melihat kamu” 
            Ihsan juga merupakan berbuat kebaikan seolah-olah seseorang melihat Tuhan. Dalam situasi seperti ini, seseorang menyadari bahwa tidak ada sesuatu yang dapat bersembunyi dari pandangan Allah. Tetapi tujuan ihsan tidak sekedar melakukan apa yang diperintahkan untuk mengerjakanya,  melainkan bertujuan untuk melakukanya demi Allah semata[14]. Manusia yang mampu mencapai tingkatan ini ialah mereka yang telah mempunyai cinta yang sangat tinggi terhadap Allah SWT dalam firmanNya Allah menerangkan tentang kecintaan seorang hambanya seperti dalam surat Al Baqarah ayat 165, yang artinya:
165. Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu[106] mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
[106]. Yang dimaksud dengan orang yang zalim di sini ialah orang-orang yang menyembah selain Allah.
           
Dari segi bahasa ihsan berasal dari kata husn, yang merujuk pada kualitas sesuatu yang baik dan indah. Dalam pengertian yang umum, bermakna setiap kualitas yang positif kebaikan, kejujuran, indah, ramah, menyenangkan, selaras, dan lain-lain. Dalam al qur’an istilah ihsan juga sering diulang yakni degan kata hasanat, lawan kata dari ini adalh sayyi’at, suatu perbuatan atau suatu hal yang bersifat buruk. Sebuah hasanat dapat dikerjakan manusia maupun tuhan, akan tetapi sayyi’at tidak mungkin dilakukan oleh tuhan berdasarkan firman Allah SWT  dalam surat An-Nisak ayat 79 yang artinya :
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”

IV.FUNGSI RUKUN IMAN & RUKUN ISLAM
a)    Sebagai pondasi keagamaan seseorang
b)    Memperkuat manusia dalam ubudiyahnya/ dalam hal ibadah.
c)    Sebagai acuan dalam hidup baik hablum minallah dan habluminannas
d)    Meneguhkan kedalam hati tentang kebaikan yang benar-benar dijanjikan kebenaranya
e)    Identitas diri seorang muslim
f)     Dan lain sebagainya.
Dengan demikian kita sebagai khalifah fil Ard, agar dapat menjaga tingkat yang tinggi di hadapan Allah SWT, maka keselarasan antara Iman, islam dan ihsan haruslah kita buktikan secara konkrit dan nyata dalam kehidupan kiata.

KESIMPULAN
Iman, Islam dan Ihsan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena ketiganya sangat bersinergi antara satu dengan yang lainnya. Seorang muslim meyakini apa yang benar berdasarkan wahyu Illahi dan benar-benar menjalankan apa yang menjadi tanggung jawab atas apa yang diimaninya. Hasil dari iman adalah kegiatan konkrit yang disebut Ihsan dan kegiatan inilah murni dari kesemuanya yang memang mencapai puncak ibadah dan merasa bahwa dalam beribadah seolah-olah melihat Allah dan bilapun tidak maka Allah SWT pasti melihat kita dimanapun dan bagaimanapun mahluknya berada.

Fungsi rukun iman dan rukun islam :
a)    Sebagai pondasi keagamaan seseorang
b)    Memperkuat manusia dalam ubudiyahnya/ dalam hal ibadah.
c)    Sebagai acuan dalam hidup baik hablum minallah dan habluminannas
d)    Meneguhkan kedalam hati tentang kebaikan yang benar-benar dijanjikan kebenaranya
e)    Identitas diri seorang muslim
f)     Dan lain sebagainya.
Dengan mengetahui dasar landasan dalam setiap ibadah maka akan semakin berkualitas pula imbalan yang akan diterima seorang hamba. Dan janji Allah SWT semua mahluk sama yang membedakanya hanyalah taqwa disisiNya.

DAFTAR PUSTAKA

Dermawan, Andy, Ibda’ Binafsika “Menggagas Paradigma Dakwah Pastisipasionis”, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007.
Murata, Sachiko, Trilogi Islam (Islam, Iman dan Ihsan), Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997.
Nata, Abuddin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009.
Nasution, Khoiruddin, Pengantar stuudi Islam, Yogyakarta: ACAdeMIA, 2010.


[1] Khoiruddin Nasution,  Pengantar  Studi Islam (Yogyakarta: ACAdeMIA, 2010), hlm 14.
[2] Khadziq, Islam dan Budaya Lokal (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm 2.
[3] Imam Nawawi, Arba’in nawawi.
[4] Khoiruddin Nasution,  Pengantar  Studi Islam (Yogyakarta: ACAdeMIA, 2010), hlm 6.
[5] Sachiko Murata dan William C. Chittik, Trilogi Islam “Islam, Iman dan Ihsan”(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997),hlm 2
[6] Sachiko Murata dan William C. Chittik,hlm 5
[7] Maulana Muhammad Ali, Islamologi (Dinul Islam), (Jakarta: Ikhtiar Baru-Van Hoeve, 1980), hlm 2.
[8] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali Pers,2009), hlm 62.
[9] Kamus Al munawwir Arab-Indonesia, Ahmad warson Munawwir, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1997) hlm.654 dan 656.
[10] Khoiruddin Nasution,  Pengantar  Studi Islam (Yogyakarta: ACAdeMIA, 2010), hlm 4.
[11] Khoiruddin Nasution,  Pengantar  Studi Islam (Yogyakarta: ACAdeMIA, 2010), hlm 6-7.
[12] Khoiruddin Nasution,  Pengantar  Studi Islam (Yogyakarta: ACAdeMIA, 2010), hlm 3.
[13] Andy Dermawan, Ibdak Binafsika ”Menggagas Paradigma Dakwah Partisipasionis”, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2007) hlm. 1.
[14] Sachiko Murata dan William C. Chittik, Trilogi Islam “Islam, Iman dan Ihsan”(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997),hlm 314.

Kamis, 14 Maret 2013

KEBIJAKANMU GUZ

     Kamis, petang setelah sholat magrib 14 Maret 2013, perasaan akhir ini kepala terasa pusing sekali. Ntah karena kecapean atau mungkin karena lagi sakit kepala yang jelas tulisan ini bisa jadi obat. Keagungan sosok bapak liberal yang dikenal dengan paggilan gus dus (Abdurrahman Wahid) sudah tak asing lagi ditelinga kita masyarakat Indonesia. Yah,,sosok cendekiawan yang juga presiden ke 3 negri ini semasa pemerintahanya menimbulkan banyak kontofersi. Wajar setiap kebijakan yang diambil olehnya adalah kebijakan yang sifatnya tingkat tinggi.
    Bentuk konkrit kebijakan tersebut adalah diperbolehkanya bendera OPM papua berkibar di tanah papua namun dengan ketentuan berada lebih rendah dari sang merah putih. Satu bentuk kebijakan yang dikalangan MPR maupun DPR kala itu sangat tidak rasional, namun terbukti dengan kebijakan itu tanah papua menjalin hubungan baik dengan ibu kota jakarta dan dengan sepenuh hati mengakui sebagai bagian dari NKRI. Sebagian kecil kebijakan yang sebenarnya patut untuk diapresiasi karena mengingat kala itu di tanah papua terjadi pergolakan ingin menjadi negara sendiri. Kalau kita boleh melihat dengan suudut pandang luas, memang hal itu menjadi pilihan yang baik bagi tanah papua karena dikatan merdeka dari penjajah asing namun mereka dijajah oleh bangsa sendiri. Kekayaan alam yang begitu melimpah ruah dikeruk habis oleh kebijakan-kebijakan yang mengandung unsur menguntungkan kelompok tertentu, sehingga rakyat papua merasa semua dinikmati oleh orang-orang yang ada di jakarta. Mengingat segala bentuk kemajuan pembangunan dan akses sengat pesat bagi pusat ibukota dan tidak dirasakan merata bagi rakyat papua.
    Kebijakan itupun hanya berlangsung selama gus dur menjabat sebagai presiden, ketika beliau lengser dikarenakan penyakit yang diderita beliau digantikan oleh wakil presiden yakni mega watisukarno putri. Setelah itu terdengar bahwa pemimpin utama OPM ditembak mati dan akhirnya menimbulkan gejolak yang lebih luas dan sangat menyedihkan. Kenapa ?? karena bangsa ini berkonflik bukan melawan penjajah tapi melawan bangsanya sendiri ya tanah papua vs pemerintah negara. Kalau saja pemerintah saat itu tidak tergesa-gesa melakukan tindakan demikian dan mendalami kebijakan gus dur maka akan lebih baik. Hal ini tidak berbeda dengan DIY yang  menggembor-gemborkan negri di dalam sebuah negara, toh hingga sekarang kehidupan rakyatnya sangat hanggar beni alias tidak ada masalah (kalo tidak salah arti) selama kebijakan yang dibuat tidak merugikan semua pihak terutama rakyat.
    Coba kita bayangkan ketika tanah kelahiran kita mempunyai banyak potensi alam yang dapat dimanfaatkan dan menjadi prioritas utama untuk kehidupan serta kesejahteraan diambil oleh orang lain, bukan dalam jumblah sedikit namun banyak sekali. Tentu kita akan mempertahankan itu semua karena kita tau bahwa itu adalah hak kita, perihal itulah yang saya sinyalir sama dengan apa yang dilakukakn oleh rakyat papua. Mereka tidak mau hidup dalam keterbelakangan, mereka sadar bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas dan kehidupan yang layak dari negara dan itupun juga sudah diatur dalam undang-undang.
    Bagi Gus Dur, mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tanah yang panas,Papua, bukan dengan cara-cara kekerasan militer, melainkan dengan cara-cara damai dan akomodatif ( dikutip dari www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/.../38).Oleh karen itulah kesedihan kita sekarang terasa, betapa sosok yang cendekiawan dan pemimpin yang memihak pada rakyat telah tiada. Lihatlah prinsip sang Beliau Agama, Negara, baru keluarga (ini didapat dari pengakuan langsung wawancara anak gus dur). Betapa mulia, hingga sampai beliau tiadapun sebagian rakyat terus mendoakanya.
*Tulisan ini adalah sebagian cerita yang didapat dari tayangan MEMOAR Kompas Tv*

Rabu, 13 Maret 2013

Media Butuh Dana


ANALISIS MEDIA
            Kuliah pagi bersama dosen muda Bpk Anak Agung Ibnu Achmed. Dengan bahasa gaul beliau menyampaikan materi tentang perbedaan berita tv dan radio. Namun bukan caranya ngajar atau materi yang dijelasakan “haha panjang bray 3 sks”. Namun tulisan ini lebih pada renungan saya pribadi sebagai seorang mahasiswa yang kuliah dibidang komunikasi untuk sedikit menganalisis hasil dari apa yang saya tangkap.
            Menyinggung masalah isi dari pemberitaan media massa terutama televisi mulai awal tahun 2013 kasus korupsi kembali hangat, yakni tokoh mantan bendahara umum partai demokrat Anas Urbaningrum menjadi sorotan banyak media massa. Sosok ini menjadi pembahasan yang ditunggu-tunggu oleh kalangan yang peduli dan mengawal kasus-kasus korupsi saat ini, namun menjadi pembahasan yang menjenuhkan bagi sebagian besar orang yang gak perduli dengan perihal korupsi karena sudah kayak senetron tayanganya , itu-itu melulu, anas-anas melulu.. Bukan itu juga yang saya bahas disini, sebelumnya maaf jika nantinya ada kesalahan dalam rumusan analisis saya.


            Begini .....fungsi media masa salah satunya adalah kontrol sosial, tapi apa itu berfungsi sebagaimana mestinya yah mungkin dari anda berkata ya benar buktinya berita korupsi tadi ditayangkan supaya seluruh masyarakat tahu. Oke-oke betul saya tidak menyalahkan anda, dan ini pendapat saya , 

Dalam teori fungsi media dikenal slah satunya sebagai kontrol sosial, namun faktanya semua berita yang diperoleh dari sumber berita akan di saring dan dipilah oleh para redaksi/redaktur yang sudah mempunyai agenda penayangan dan alur berita baik dalam sekala harian, mingguan, maupun tahunan. Nah disinilah agenda tersebut dapat dipengaruhi oleh para pemegang saham terbesar (yang memodali) segala kebutuhan produksi media, Dengan alih-alih berita aktual ketika ada sebuah isu penting maka secara terencana di alihkan dengan berita yang aktual dan ditayangkan terus menerus. Dengan demikian maka isu utama yang penting akan tertutup dengan isu yang sedang booming.
            Contoh kasus Bank Centuri yang bertahun tahun tidak dapat dikawal dengan baik, karena banyak isu-isu baru dimunculkan semisal terorisme maupun konflik antas suku yang lebih update sehingga isu utama yakni centuri menjadi tenggelam lenyap. Dan baru sekaranglah kembali sedikit terangkat masalah centuri karena Anas Urbaningrum. Sebenernya masalah utama ialah modal dari media tersebut, tak salah juga jika penyalah gunaan media massa berlaku dimana-mana karena sebagain penunjang kepentingan pribadi maupun kelompok secara universal.
            Tak ada yang menyangkal jika saya katakan sekarang ANTV dan TV One menjadi media promosi bagi partai Golkar karena pemegang saham terbesar adalah keluarga Aburizal Bakrie dengan Bakrie groupnya. Sedangkan Global tv, MNC tv, dan RCTI menjadi tunggangan pengusaha Haritanung Sodiebjo yang awal tahun bergabung dengan demokrat sekarang dengan Hanura dengan MNC Groupnya. Oleh karena itulah siapa yang memiliki media maka secara otomatis dan gencar mereka menggunakanya sebagai media promosi pada masyarakat luas. Demikianlah sedikit analisis saya mungkin masih banyak perbaikan hingga tulisan ini dapat dibukukan entah tahun kapan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

RAKYAT KECIL MENJERIT


Tulisan ini tentang jeritan rakyat,tepatnya nelayan kecil

            Maret,13-03-13 malam dengan suasana panas kamar kos jari-jemari merasa gatal ingin menyentuh keyboard netbook. Terbesit di otak untuk menuangkan apa yang berkecambuk setelah beberapa hari lalu melihat tayangan di TVRI tentang “PUKAT HARIMAU”, yah mungkin ini adalah salah satu dari jenis kejahatan besar nyata yang baru saya ketahui dari beribu kejahatan yang menyerap sum-sum kehidupan rakyat kecil. Kenapa saya bilang rakya kecil, karena mereka terus ditindas, dirampas haknya, dibiarkan tersingkir, dan bahkan dibiarkan menjerit di atas penderitaan yang dibuat oleh segelintis manusia yang serakah.
Tak usah panjang lebar (yaaah to the point) pukat dalam bahasa adalah jaring (jala) besar dan panjang untuk menangkap ikan sedangkat maksud dari pukat harimau adalah jaring  pukat yg sangat besar yg digerakkan oleh mesin sehingga dapat menangkap ikan secara besar-besaran;. Inilah salah satu alat penngkap ikan yang dapat merusak ekosistem biota laut. Pemodal yang kuat dengan leluasa merampok kekayaan biota laut negri ini, dan heranya kenapa mereka malah diberi jalan untuk menjalankan keserakahan mereka. Malah juga diatur oleh para anggota DPR maupun MPR (wah wah nampaknya konspirasi edan – edanan coyyy), sebenarnya apakah untung yang di dapat negara lebih besar (boro-boro negara kantong pribadi gue duluan *ocnum bangsat*) dari pada kerusakan yang dialami baik kerusakan alam maupun kerusakan sistem ekonomi dan sosial masyarakat. Kebanyakan dari negri ini juga PMA (Perusahaan Modal Asing) yang banyak berkembang, tapi gitu aja somsenya minta ampun padahal yaaaa... hmm buka mate loe para pengusaha bajingan kita tu di rampok besar-besaran bukan di modalin. Sebenere gua juga bingung ama bahasan gue kali ini karena udah emosi tinggi tapi gak papa lah lanjut aja “:)
Kembali ke pukat, ini terjadi di hampir seluruh kawasan indonesia karena notabene negri kita adalah maritim alias terdiri dari pulau-pulau, dan salah satunya adalah di langkat. Yah berdasarkan informasi bahwa penangkapan dengan pukat sudah diatur dalam undang-undang yakni dapat dilakukan dengan jarak diluar 600mil dari bibir pantai, karena kawasan itu diperuntukkan bagi para nelayan kecil sebagai sumber penghsilan mereka. Tapii namanya orang pengusaha (dg prinsip modal nol untung sebesar-besarnya) dikasih wilayah tangkapan yang luas hingga memutari lautan masih aja nerobos jalur 600mil milik nelayan kecil *bajiguurr tenan*. Akibatnya semua tatanan biota laut berantakan dikeruk, bukan hanya ikan terumbu karang, kepiting, udang, maupun gajah laut (hoohoo ada po), nyangkut semua sehingga ekosistem dan perkembang biakan biota itu jadi rusak. Saran saya ayo kita jadi pengusaha, tapi yang baik-baik untung boleh banyak tapi kita harus mikir bisa idup gak generasi kita besok, beegono bapake.
Sidang pembaca..selain dampak itu masalah yang muncul ialah berimbas pada para nelayan kecil yang hidup di kawasan pesisir pantai, mata pencaharian mereka semakin hari semakin hilang dilahap buto ijo berkepala hitam (baca pengusaha cap setan dan bajingan). Komplit sudah penderitaan mereka, apakah ente juga merasakan kepedihan mereka (kalo gue iya buktinya gue mau nulis masalah ini, sekalian mohon disebarkan ye). Bukan tiada prlawanan, bukan tiada pemberontakan, mereka yang merasa hak untuk hidupnya dirampas melakukan aksi nekat dengan bersama-sama membawa perahu kecil mereka untuk berlayar pada batas 600mil berdemo. Di tengah laut mereka coba mengentikan kapal besar yang membawa pukat itu agar tidak masuk pada daerah 600mil, namun sialah kapal yang besar tetap menerobos hingga menabrak perahu nelayang yang kecil Waaaaal hasil satu prahu pecah terbail dan satu korban meninggal serta tidak diketemukan jasadnya. Sungguh pahlawan negara untuk rakyatnya (saya berdoa semoga dia di terima di sisi ALLAH SWT).
Penderitaan itu belum seberapa, korban tersebut yang di ketahui bernama Syarifudi Efendi juga meninggalkan 2 anak yang masih kecil, yang masih sangat membutuhkan kasih sayang, kehangatan keluarga, harus merelakan sang ayah dihabisi oleh kapal para bajingan ti tengah laut sedangkan ibu mereka sudah jauh meninggalkan mereka. Sungguh kejadian yang sangat menyedihkan bagi kita.. Buka mata, orang bilang tanah kita tanah syurga tapi dimanakah letak syurga itu bagi rakya kecil, bagi mereka tanah ini adalah neraka-dan neraka. Dimana wakil rakyat berada apakah mata dan telinga mereka telah benar-benar tertutup dengan kemewahan dan kenikmatan fasilitas yang diperoleh. Mohon diingat para pejabat ITU SEMUA YANG LOE PAKAI UANG RAKYAT.TEGAS UANG RAKYAT. Ko’ seenaknya ente duduk bertengger tanpa dosa menikmatinya.
Hmm ya sudahlah bagi kita rakyat kecil hanya bisa bersama-sama berusaha bagaimana kita dapat hidup selayaknya tanpa harus mengandalkan mereka, ya mengandalkan mereka buat apa bisanya Cuma nginjek harga diri negri sendiri. Sekilas inilah pengetahuan baru saya tentang kejahatan besar yang dilakukan rakyat besar terhadap rakyat kecil negri ini, tapi rakyat besar itu adalah buto ijo, mudah mudahan pembaca tidak merasa bosan dengan apa yang saya sampaikan dan *trimakasih*.

Selasa, 12 Maret 2013

Panggung Politik Artis (12/03/2013) Politisi? Artis?,


Politisi? Artis?,
Dua profesi yang sangat berbeda, namun itupun menjadi tidak berarti jika gairah atas kuasa, jabatan, dan harta menjadi harga mutlak untuk dibuat sama ataupun menjadi sebuah alat mendapatkanya. Tak dapat dipungkiri menjadi sebuah publik figur sangat menguntungkan bagi mereka dan dengan mudah mendapatkan suara. Sebenarnya tidak menjadi masalah besar jika mereka benar-benar berkompeten dalam politik, namun kenyataan yang terjadi sekarang di gedung MPR maupun DPR/DPRD para artis yang menjadi anggota hanya mengisi absen kehadiran pada waktu rapat sidang bahkan rapat yang mengatur sebuah kebijakan penting untuk rakyat.
            Petang ini salah satu  stasiun TV suasta, sebut saja dengan inisial K tv menayangkan beberapa calon legislatif/ caleg dari kalangan artis, dan dari mereka ada yang dihadirkan dan diwawancarai perihal pencalonan mereka  yakni pemandu acara “survei membuktikan” Sony Napitupulung (PDI P) dan mantan putri papua Putri Tere (PKB).
Pertanyaanya :
·         Apakah yang membuat anda mencalonkan diri menjadi calek pada pemilu tahun 2014?
Sony : Karena itu sudah menjadikeinginan dari dulu, dan sejak dulu sewaktu kuliah juga sudah suka dengan kegiatan organisasi, tercatat pernah sebagai anggota GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), dan menjadi artispun sebuah kebetulan (caleg yang juga pernah maju pada tahun 2009).
Tere : Karena rasa kecintaan terhadap tanah kelahiran dan masih banyak yang belum teroptimalkan hingga sekarang, dan perlunya perubahan dengan menjadi caleg yang terpilih maka setidaknya bisa ikut menentukan sebuah kebijakan.
·         Dari manakah sumber pendanaan untuk menjadi seorang caleg?
Menyoal jawaban ini, Sony mengatakan itu pendanaan pribadi dengan takaran yang tidak berlebihan. Dia lebih memilih terjun langsung kepada rakyat dan memperkenalkan dirinya yang berkapasitas dalam bidang tersebut untuk lebih dikenal oleh masyarakat, tentu bila ad sponsor yang diterima adalah seponsor yang tidak dengan kontrak perjanjian tertent.
            Selain dari perbincangan soal diatas, mereka juga membenarkan bahwa antara parpol dengan para artis juga mendapatkan keuntungan bersama atau lebih kita kenal dengan simbiosis mutualisme (ada timbal balik). Dikatakan partai butuh artis dan artis juga butuh partai, jika parpol membutuhkan para artis ketika berkampanye atau sosialisai publik maka artik membutuhkan partai ketika mereka akan maju sebagai calon legislatif. Oleh sebab itu tak heran jika ada nama-nama artis yang maju pada pemilu 2014 disinyalir lebih banyak dari pada tahun2009.
            Kita (tidak termasuk yang golput) harus lebih memilah dan memilih dengan benar mana yang nantinya akan menjadi wakil mereka. Tak pantas jika seorang artis pornografi kita jadikan pimpinan (hanya sebagai contoh,, tapi adakan yang maju), karena itu semua hanya akan menjadikan berantakan tatanan rakyat “pornonya aja jadi masalah, apalagi esok memimpin salah-salah rakyatnya ntar dipornoin” .
Sekali lagi itu semua sebuah pilihan, jangan terlalu fanatik lihat dengan luas maka yang luas akan menjadi tujuan bersama.